Oleh : Eti Rahmawati, S.Pt.
Sesuai dengan Namanya “Nurul Ilmi” yang berarti Cahaya ilmu. Doanya dari qiyadah-qiyadah kita terdahulu yang hingga sekarang tetap istiqomah memberikan Cahaya bagi siapa saja yang ada di dalamnya, bahkan hingga yang berada di luar lingkungannya.
Setiap individu yang telah menjadi bagian dari kampus Nurul Ilmi, insha Allah tidak akan berniat untuk keluar dari lingkungan ini. Banyak cerita, kesan, pesan, suka bahkan duka di sini. Dan yang paling berkesan adalah bahwa nurul ilmi bisa merubah individu seseorang menjadi lebih baik.
Enggak percaya?
Mari kita baca lagi
Dulu, dulu sekali, anak-anak nurul ilmi yang menjadi perintis menggunakan celana Panjang saat masuk smp (Ikhwan). Saat nurul ilmi belum memiliki Tingkat smp, para siswa melanjutkan Pendidikan smp mereka dengan mendaftar di SMPN 7. Perjuangan anak-anak agar diterima di sana luar biasa. Mulai dari nilai akademik hingga pakaian. Karena anak-anak Nuril, NEM (nilai evaluasi murni) mereka benar benar murni seperti santan, putih, bersih tanpa campuran. Mereka bersaing dengan anak-anak SD negeri yang nilainya luar biasa. Anak-anak nurul ilmi tidak mau menggunakan celana pendek karena mereka sudah terbiasa menggunakan celana Panjang. Sejak dini, mereka sudah diajarkan batas-batas aurat. Sehingga kami membuat perjanjian dengan SMP 7 menggunakan materai agar siswa laki-laki diizinkan untuk pakai celana Panjang. Alhamdulillah, hingga sekarang SMPN/SWASTA menggunakan celana Panjang. Nuril pelopornya, sesuai dengan visi misinya yaitu terdepan.
Itu adalah contoh dari pribadi yang telah kita hasilkan. Dan kita yang ada disini pun berubah menjadi lebih baik juga insha Allah karena nuril. Kita terbiasa untuk menutup aurat rapi, sholat tahajjud, belajar Tahsin, setoran hafalan, belajar parenting, belajar mengajar, Bahasa arab, inggris, hahkan Bahasa cinta, wkwkwk. Bukan hanya itu, banyak kebaikan, banyak pahala, banyak materi yang kita dapat. Buanyak buanget.
Pokoknya nuril is the best.
Bukankah kita selalu berdo’a agar senantiasa berada di jalan yang lurus? Bagaimana jika do’a itu Allah SWT wujudkan dengan cara menempatkan kita di Nurul ‘Ilmi? Jika kita mengiyakan, lantas nikmat Allah mana lagi yang ingin kita dustakan? Sudah sepatutnya kita yang berjuang di lembaga ini bersyukur. Wujudkan kesyukurannya dengan memberikan kontribusi terbaik kita. Apapun yang kita lakukan disini semoga menjadi amal ibadah bagi kita. Tunjukkan kepada Allah SWT melalui kinerja terbaik kita sebagai ungkapan terimakasih kita kepadaNya. Jika tidak, maka Allah SWT bisa saja mencabut nikmat itu kepada kita, lalu orang lain yang akan mengambil nikmat itu dari diri kita. Na’audzubillahi min dzalik..
Sekian, wassalamualaikum wr wb..


Masyaallah..semoga tulisan ini menjadi penguat bagi semua guru guru tangguh Nurul Ilmi..Syukron kak..