Bisa Menceritakan Ulang, Tanda Murid Paham Isi Bukunya

Jambi – Rabu, 5 Agustus 2026, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si, berkunjung ke Sekolah Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi bersama rombongan Balai Bahasa Provinsi Jambi dalam rangka untuk meninjau kegiatan perpustakaan di sekolah islam terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi.

Saat kunjungannya, Hafidz melihat beberapa murid SDIT Nurul ‘Ilmi 2 Jambi yang sedang membaca buku, lalu ia menghampirinya sambil bertanya;

“Baca buku apa nih?” tanya Hafidz

“Badan sayo mambu telegu” ucap salah satu murid

“Itu judulnya dari bahasa apa?”

“Bahasa Jambi”

“Apa isi ceritanya?”

Lalu siswa tersebut menceritakan alur cerita yang ada di buku tersebut.

Setelah itu, Hafidz lalu memberikan penjelasan kepada siswa yang lain bahwasanya ketika seseorang bisa menceritakan ulang setelah ia membaca buku, berarti ia paham isinya. Jadi, Kualitas kemampuan literasi seseorang dapat dinilai dari kemampuannya menjelaskan ulang apa yang telah dibacanya.

Salah satu program literasi dari kementerian pendidikan adalah gerakan membaca nyaring. Kegiatan ini salah satu tujuannya adalah agar bacaannya lebih tervisualisasi, sehingga pembaca akan mudah memahami isinya.

Dalam kunjungannya, Hafidz juga mengajak para siswa untuk membaca nyaring. Setelah itu, siswa ditanya mengenai isinya. Ternyata, mereka bisa menjelaskan ulang bacaannya.

Tentunya, metode-metode literasi seperti ini harus diketahui oleh banyak kalangan. Maka, sebagai pembaca kita pun juga bisa mensosialisasikan gerakan ini agar memudahkan para pencari ilmu untuk paham atas bacaan bukunya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *