Murid SDIT Nurul ‘Ilmi 2 Jambi Membaca Nyaring di Hadapan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI

Jambi – Salah satu program yang sedang digalakkan oleh kementerian pendidikan adalah gerakan membaca nyaring dalam rangka untuk membangun budaya literasi sejak dini. Pada rabu, 6 Agustus 2026 Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si, bersama rombongan Balai Bahasa Provinsi Jambi berkunjung ke Sekolah Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi dalam rangka untuk meninjau kegiatan literasi di sekolah islam terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi.

Saat kunjungannya, hafidz melihat murid SDIT Nurul ‘Ilmi 2 Jambi yang sedang membaca buku, lalu ia mendekatinya dan meminta murid tersebut untuk membaca secara nyaring.

“Siapa yang berani membaca buku ini dengan suara keras?” tanya Hafidz

Ghea, salah satu murid SDIT Nurul ‘Ilmi 2 Jambi mengangkat tangan, lalu berdiri dan membacakan buku yang dipegangnya dengan suara lantang dan keras. Rombongan yang ada di ruang perpustakaan tersebut menyimak bacaan Ghea, lalu diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah.

Setelah itu, Hafidz memberikan penjelasan mengapa pentingnya membaca secara nyaring. Karena, bacaan tersebut akan lebih tervisualisasi dan lebih mudah dicerna oleh otak.

“secara tidak langsung, membaca nyaring sebenarnya juga akan melatih lisan untuk menyampaikan pendapat” ucap Hafidz

Di Sekolah Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi, gerakan membaca nyaring ini juga telah disosialisasikan kepada para guru agar dapat diaplikasikan di kelas. Khususnya kelas 1-3 SD. Meskipun demikian, tidak salah juga jika ini diterapkan untuk kelas atas. Tidak ada ruginya juga.

Muksis, M.Pd selaku ketua Yayasan Nurul ‘Ilmi Jambi menyampaikan bahwa salah satu Keunggulan dari Sekolah Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi adalah Unggul Riset & Numerasi. Maka ini akan sangat bergantung pada kemampuan literasi siswa.

“Gerakan membaca nyaring sangat penting untuk dilakukan oleh murid agar mereka memiliki keunggulan riset. Sebab, membaca nyaring tujuannya adalah agar murid berani menyampaikan data yang tersaji. Dan keberanian mengutarakan pendapat adalah salah satu komponen yang harus dimiliki agar anak unggul di bidang riset” tambah Muksis

Sekolah Islam Terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi akan senantiasa terus mendukung gerakan-gerakan kreatif yang ditelurkan oleh pemerintah dalam rangka untuk menguatkan profil lulusan pelajar Indonesia. Sehingga, akan muncul anak bangsa yang potensial di masa mendatang.

Penulis : Wasril Tanjung

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *